makalah elastisitas permintaan dan penawaran
MAKALAH
“ELASTISITAS PERMINTAAN
DAN PENAWARAN”
OLEH
Isabella
Didok (S32113012)
Djublina
B. Bunda (S32113054)
Vistamoni
M. Ratukitu (S32113071)
Johana
Sanjaya (S32113034)
Margareta Gui (S321130 )
JURUSANMANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK
WIDYA MANDIRA
KUPANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu pokok bahasan yang paling penting dari aplikasi ekonomi
adalah konsep elastisitas. Dengan adanya pemahaman elastisitas, apa yang akan
terjadi terhadap permintaan dan penawaran, jika ada perubahan harga? Dan berapa
besar pengaruhnya?
Elastisitas merupakan ukuran sejauh mana pembeli dan penjual
bereaksi terhadap perubahan kondisi yang ada. Kondisi yang dimaksud berkaitan
dengan perubahan harga. Dengan kata lain, elastisitas merupakan derajat
kepekaan permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian elastisitas
permintaan dan penawaran?
2.
Apa saja jenis-jenis
elastisitas permintaan dan penawaran?
3.
Apa faktor-faktor yang
mempengaruhi elastisitas permintaan dan penawaran?
C.
Tujuan
1.
Memahami pengertian elastisitas
permintaan dan penawaran.
2.
Memahami jenis-jenis
elastisitas permintaan dan penawaran.
3.
Memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi besar kecilnya elastisitas permintaan dan penawaran.
D.
Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan yaitu metode pustaka
yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang
berhubungan dengan elastisitas permintaan dan penawaran, baik berupa buku maupun
informasi di internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
ELASTISITAS PERMINTAAN
1.
Pengertian Elastisitas Permintaan
Elastisitas
permintaan adalah sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan permintaan
terhadap perubahan harga.
Elastisitas permintaan dapat dibedakan pada tiga konsep yaitu:
a.
Elastisitas harga, menunjukkan
sampai di mana kuantitas akan mengalami perubahan apabila harga berubah.
b.
Elastisitas silang,mengukur
sampai di mana kuantitas akan berubah apabila harga barang lain mengalami
perubahan.
c.
Elastisitas pendapatan,
mengukur sampai di mana kuantitas yang diminta akan mengalami perubahan apabila
pendapatan berubah.
2.
Koefisien Elastisitas Permintaan
Koefesien elastisitas permintaan adalah ukuran
kuantitatif yang menunjukan seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta
sebagai akibat perubahan harga.
Koefesien elastisitas permintaan dihitung dengan
menggunakan rumus di bawah ini:
3.
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan
a.
Tidak elastis sempurna (Ed = 0
)
Bentuk kurva permintaannya vertikal. Pada keadaan ini konsumen
tidak akan merubah permintaannya pada tingkat harga berapa pun.
Harga
D
kuantitas
b.
Elastis sempurna (Ed = ~ )
Bentuk kurva permintaannya horizontal. Artinya pada harga yang relatif tetap, permintaan
selalu berubah.
Harga
D
Kuantitas
c.
Elastis uniter (Ed =1 )
Pada keadaan ini persentasi perubahan jumlah barang yang
diminta sama persis dengan persentasi perubahan harga.
Harga
D
Kuantitas
d.
Tidak elastis ( Ed< 1 )
Bentuk kurva permintaannya garis miring yang curam. Pada
keadaan ini persentasi perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dibandingkan
dengan persentasi perubahan harga.
Harga
D
Kuantitas
e.
Elastis ( Ed > 1 )
Kurva permintaan yang elastis artinya dengan persentasi perubahan
harga yang kecil saja mengakibatkan persentasi perubahan jumlah barang yang
diminta lebih besar.
Harga
D
Kuantitas
4.
Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
-
Banyaknya barang pengganti yang
tersedia
-
Persentasi pendapatan yang
dibelanjakan
-
Jangka waktu analisis
-
Jumlah penggunaan barang
tersebut
B.
ELASTISITAS PENAWARAN
1.
Pengertian Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran adalah derajat kepekaan yang
menunjukan seberapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap
perubahan harga.
2.
Koefesien Elastisitas Penawaran
Koefesien elastisitas penawaran adalah ukuran
kuantitatif yang menunjukan seberapa besar jumlah barang yang ditawarkan
sebagai akibat dari perubahan harga.
Rumus koefesien elastisitas penawaran:
3.
Jenis-jenis elastisitas penawaran
a.
Penawaran tidak elastis
sempurna ( Es = 0 )
Penawaran tidak dapat ditambah pada
tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (s) akan terlihat vertikal.
Harga
S
kuantitas
b.
Penawaran tidak elastis
( Es < 1 )
Persentasi perubahan penawaran lebih
kecil dari persentasi perubahan harga.
Harga
S
Kuantitas
c.
Penawaran uniter ( Es =
1 )
Persentasi perubahan penawaran sama
dengan persentasi perubahan harga.
Harga
S
Kuantitas
d.
Penawaran elastis ( Es
>1 )
Persentasi perubahan penawaran lebih
besar dari persentasi perubahan harga.
Harga
S
Kuantitas
e.
Penawaran elastis
sempurna ( Es = ~ )
Perusahaan dapat menyuplai berapapun kebutuhan pada tingkat
harga tertentu.
Harga
S
Kuantitas
4.
Faktor Penentu Elastisitas Penawaran
-
Sifat perubahan biaya
produksi
-
Jangka waktu analisis
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan elastisitas permintaan dan penawaran di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan harga akan menyebabkan perubahan
terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan dan besarnya pengaruh
tersebut ditunjukkan dengan besarnya koefesien elastisitasnya.
B.
Saran
Interaksi antara permintaan dan penawaran
akan menciptakan keseimbangan harga pasar. Apabila pada harga keseimbangan
jumlah barang yang diminta konsumen sama persis dengan jumlah yang ditawarkan
produsen. Secara grafis keseimbangan pasar bisa tercapai apabila kurva
permintaan dan penawaran berpotongan. Titik perpotongan tersebut disebut titik
keseimbangan atau titik ekuilibrium.
DAFTAR
PUSTAKA
Sukirno, Sadono.
2010. Teori Pengantar Mikro Ekonomi. Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada.
http://syariah99.blogspot.com/2013/01/makalah-elastisitas-permintaan-dan_13.html?m=1 
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda