Selasa, 18 November 2014

makalah permintaan



UJIAN TENGAH SEMESTER
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
 “PERMINTAAN BERAS”

OLEH
LILYANI SURYANI GUNAWAN
NO REGIS: 321 13 O19


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA
 KUPANG
2014



A.    Latar Belakang
Kehidupan manusia tidak terlepas dari kebutuhan pangan maka urusan pangan menjadi suatu kebutuhan yang vital bagi manusia. Pangan terutama beras merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk dapat mempertahankan hidup. Beras merupakan komoditi yang dihasilkan oleh banyak petani dan dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
Dalam kebutuhan pangan, sektor pertanian digunakan untuk memproduksi beras yang merupakan makanan pokok setiap warga negara Indonesia secara umum. Nasi di masyarakat Indonesia, juga dianggap sebagai suatu prestise. Fenomena yang berkembang dimasyarakat kita, mereka yang mengkonsumsi makanan pokok selain beras kerap kali diidentikkan dengan golongan masyarakat yang serba kekurangan.
Mayoritas  penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan  pangan utama setiap hari.  Keadaan ini menjadikan masyarakat indonesia sangat bergantung pada komoditas tersebut sehingga terjadi peningkatan kebutuhan beras yang tinggi. Fenomena semacam ini akan mempengaruhi harga beras di pasaran sehingga untuk sebagian masyarakat akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka akan beras.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh harga dan faktor-faktor bukan harga terhadap kuantitas beras yang diminta?
2.      Bagaimana cara menganalisis kasus-kasus yang berkaitan dengan permintaan beras?

C.    Tujuan dan Manfaat
Ø  Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami kondisi permintaan terhadap komoditas beras di Indonesia.
2.      Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Indonesia.
Ø  Manfaat
1.      Mahasiswa dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras.
2.      Mahasiswa dapat menganalisis berbagai kasus yang  berkaitan dengan permintaan beras dengan menggunakan kurva permintaan.

D.    Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan yaitu metode pustaka yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan permintaan, baik berupa buku maupun informasi di internet.

E.     Landasan Teori
Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. Permintaan muncul karena adanya keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi.
Dalam hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang tersebut. Semakin rendah harga suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang tersebut dengan asumsi ceteris paribus.
permintaan seseorang atau suatu masyarakat atas suatu barang ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya yaitu: harga barang itu sendiri, harga barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut, jumlah pendapatan, selera konsumen, dan  jumlah penduduk.
F.     Kasus
Dari data permintaan beras di bawah ini, analisislah setiap kasus yang terjadi dari tahun 2000-2006 yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras dan gambarkan kurvanya.


Tabel perkembangan permintaan beras Tahun 2000 – 2005
Tahun
Harga Beras (per Kg)
Permintaan beras (Ribu Ton)
2000
7500
36.232
2001
8000
35.121
2002
8000
37.234
2003
7.500
38.124
2004
9000
37.222
2005
9000
36.500

G.    Analisis kasus
a.       Kasus permintaan beras pada tahun 2000-2001
        P       D
                  8.000                         Y

      7.500                                              X
                                                                                    
                     35.121           36.232                Q          
Pada tahun 2000 harga beras Rp.7.500,-  dan tahun 2001 harga beras mengalami kenaikan sebesar Rp.500,-  yang mengakibatkan jumlah beras yang diminta mengalami penurunan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh pergeseran dari titik X ke titik Y, di mana permintaan memiliki kemiringan yang negatif. Kenaikan harga akan mengurangi minat konsumen sehingga mereka lebih memilih untuk mengkonsumsi jagung yang memiliki harga relatif lebih murah dibandingkan harga beras.
b.      Analisis kasus yang terjadi pada tahun 2001-2002
Pada kasus tahun 2001-2002 tidak terjadi perubahan pada harga beras yaitu Rp. 8.000,- per Kg dan permintaannya naik menjadi 37.234 ton. Bertambahnya pembelian beras tersebut disebabkan oleh perubahan ceteris paribus yaitu terjadinya kenaikan selera konsumen atau pembeli yang lebih ingin mengkonsumsi beras dari pada jagung sebagai makan pokoknya setiap hari. Pada kasus ini mengakibatkan kurva permintaan akan bergeser ke kanan, yaitu dari D menjadi D’, yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap jumlah barang yang diminta pada suatu harga tertentu.
               P
          8.000    
                7.500                                                             

                                                                                D                          D’
                                                                                                              
                  35.121         36.232       37.234              Q                         
c.       Analisis kasus tahun 2002-2003
Pada tahun 2002 harga beras adalah Rp.8.000,- per Kg dan jumlah beras yang diminta 37.234 ton, pada saat harga beras turun menjadi Rp.7.500,-  per Kg maka kuantitas beras yang diminta akan naik menjadi 38.124 ton. Dapat dilihat pada kurva permintaan, adanya pergeseran dari titik X ke titik Y. perubahan kuantitas beras yang diminta tersebut disebabkan karena pendapatan konsumen. Pada saat harga beras mahal maka permintaannya akan rendah, karena sebagian konsumen hanya memiliki pendapatan yang sedikit dan ketika harga beras menjadi murah maka konsumen akan membeli beras sesuai kebutuhannya.
         P
                  8.000                         X
7.500                                               Y
                                                                          D
                                           37.234           38.124               Q 
d.      Analisis kasus 2004-2005
Harga beras pada tahun 2004-2005 yaitu Rp.9.000,00 per Kg dan permintaannya berubah dari 37.222 ton menjadi 36.500. hal ini disebabkan karena jumlah penduduk yang selalu berubah-ubah. Terjadi banyak kematian dan ada penduduk Indonesia yang pindah menetap di negara lain. Dapat dilihat pada kurva diatas yaitu adanya pergeseran kurva permintaan ke kiri yaitu dari D ke D’ yang berarti terjadi penurunan pada kuantitas beras yang diminta.
        P      
                  9.000                                          
 

      7.500                                                                
                                                                            D’           D            
                    36.500       37.222        38.124                 Q         
     
H.    Kesimpulan
Permintaan beras akan berubah apabila terjadi perubahan pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras tersebut.

I.       Kritik dan Saran
Demikianlah makalah tentang “Permintaan Beras”. Tentunya masih banyak kekurangan dari makalah ini karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah dikesempatan berikutnya.
 

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda